KEPADATAN

Pengertian Kepadatan

Menurut Sundstrom, Kepadatan adalah sejumlah manusia dalam setiap unit ruangan. Suatu keadaan akan dikatakan semakin padat bila jumlah manusia pada suatu batas ruangtertentu semakin banyak dibandingkan dengan luas ruangannya (Sarwono, 1992).

2. Kategori Kepadatan

Zlutnick dan Altman (dalam Altman, 1975; Holahan, 1982) menggambarkan sebuah model dua dimensi untuk menunjukkan beberapa macam tipe lingkungan pemukiman, yaitu:

a. Lingkungan pinggiran kota, yang ditandai dengan tingkat kepadatan luar dan dalam yang rendah

b. Wilayah desa miskin dimana kepadatan dalam tinggi sedangkan kepadatan luar rendah

c. Lingkungan Mewah Perkotaan, dimana kepadatan dalam rendah seangkan kepadatan luar tinggi

d. Perkampungan Kota yang ditandai dengan tingkat kepadatan luar dan kepadatan dalam yang tinggi

Taylor (dalam Gifford, 1982) mengatakan bahwa lingkungan sekitar dapat merupakan sumber yang penting dalam mempengaruhi sikap, perilaku, dan keadaan internal seseorang di suatu tempat tinggal. Oleh karena itu individu yang bermukim di pemukiman dengan kepadatan yang berbeda mungkin menunjukkan sikap dan perilaku yang berbeda pula.

3. Akibat-akibat Kepadatan TInggi

Kepadatan tinggi merupakan stressor lingkungan yang dapat menimbulkan kesesakan bagi individu yang berada di dalamnya. Stressor lingkungan, menurut Stokols (dalam Brigham, 1991), merupaka salah satu aspek lingkungan yang dapat menyebabkan stress, penyakit, atau akibat-akibat negative pada perilaku masyarakat. Kepadatan memberikan akibat bagi manusia baik secara fisik, sosial, maupun psikis.

Akibat secara fisik yaitu reaksi fisik yang dirasakan individu seperti peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan penyakit fisik lain.

Akibat secara sosial antara lain adanya masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat seperti meningkatnya kriminalitas dan kenakalan remaja.

Akibat secara psikis, antara lain:

a. Stres, kepadatan tinggi dapat menumbuhkan perasaan negative, rasa cemas, stress

b. Menarik diri. Kepadatan tinggi menyebabkan individu cenderung untuk menarik diri dan kurang mau berinteraksi dengan lingkungan sosialnya

c. Perilaku menolong (perilaku prososial). Kepadatan tinggi juga menurunkan keinginan individu untuk menolong atau memberi bantuan pada orang lain yang membutuhkan, terutama orang yang tidak dikenal

d. Kemampuan mengerjakan tugas. Situasi padat menurunkan kemampuan inividu untuk mengerjakan tugas-tugasnya pada saat tertentu

e. Perilaku agresi. Situasi padat yang dialami individu dapat menumbuhkan frustrasi dan kemarahan, serta pada akhirnya akan terbentuk perilaku agresi

4. Kepadatan dan Perbedaan Budaya

Menurut Koerte (dalam Budihardjo, 1991) faktor-faktor sepertir as, kebiasaan, adat-istiadat, pengalaman masa silam, struktur sosial, dan lain-lain akan sangat menentukan apakah kepadatan tertentu dapat menimbulkan perasaan sesak atau tidak.

Hasil penelitian Anderson (dalam Budihardjo, 1991) terungkap bahwa komunitas tradisional etnis China di Hongkong, Singapura, dan Penang sudah sejak dulu terbiasa dengan kepadatan tinggi tanpa merasa sesak. Ideologi nenek moyang mereka yang mendorong setiap keluarga agar melestarikan kehidupan lima generasi sekaligus di bawah satu atap yang sama, telah berhasil menangkal kesesakan itu. Suara-suara bising dari anak cucu justru dinilai sangat tinggi dalam kehidupan. Selain itu, atas dasar pertimbangan ekonomi, keluarga dari Negara-negara Timur tidak segan untuk menyewakan kamar-kamar di dalam rumahnya untuk disewakan kepada orang lain, demi memperoleh penghasilan ekstra. Jadi, kepadatan bukanlah penyebab stress, melainkan justru mencegahnya. Karena selain memperoleh tambahan penghasilan, mereka juga dapat memperluas persaudaraan dan interaksi sosial.

Dalam pembahasan kali ini, dapat disimpulkan bahwa yang termasuk dalam kategori kepadatan, diantaranya : Lingkungan pinggiran kota, Lingkungan Mewah Perkotaan, Wilayah desa miskin dan Perkampungan Kota.

Kepadatan yang tinggi juga dapat berakibat fisik, sosial, dan psikis.
nama : rohimahyati
npm : 10508203
kelas : 3 pa 04
SUMBER : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-peng_psikologi_lingkungan.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: