Pendekatan Teori dalam Psikologi Lingkungan

Pendekatan Teori

A. Beberapa Perspektif

Geografi

Toynbee → mengembangkan teori “lingkungan merupakan tantangan bagi penghuninya”
lingkungan disini mencakup : topografi, iklim, vegetasi, persediaan air, dll
Bila lingkungan ekstrem : merusak peradaban
bila tantangan lingkungan kecil : stagnansi kebudayaan

Tantangan lingkungan pada tingkat menengah : tergantung tingkatannya. jika makin berkurang atau makin berlebihan, pengaruhnya melemah.

Barry, Child, & Bacon → kebudayaan masyarakat tidak nomaden menekankan pola asuh berupa ketaatan, tanggung jawab, dan kepatuhan. sedangkan pada budaya masyarakat nomaden, yg ditekankan adalah kemandirian dan akal (berhubungan dengan kemampuan survival)
Dapat disimpulkan, setting lingkungan mempengaruhi penghuninya untuk mempertahankan diri

Biologi-Ekologi

Ada ketergantungan antara biologi dan sosiologi dalam kaitannya dengan hubungan antar-manusia dengan lingkungan, dimana pengaruhnya ada pada pemikiran-pemikiran psikologi lingkungan.

Behaviorisme

→ Muncul sebagai reaksi atas kegagalan teori-teori kepribadian
Adanya pertimbangan terhadap suatu perilaku yang muncul dan variabel-variabel personal yang nantinya dapat meramalkan suatu fenomena manusia dengan lingkungannya

Psikologi Gestalt

→ Berkembang bersamaan dengan behaviorisme
Aliran ini terfokus pada persepsi dan kognisi sebagai perilaku yang tampak. Objects, people, dan settings dipersepsi sebagai suatu keseluruhan. Pengaruh aliran ini antara lain pada kognisi lingkungan

Veitch & Arkkelin → Ada 2 hal yg perlu diketahui :
1. Pendekatan perspektif yang dipakai di atas ada yang amat general cakupannya dan ada pula yang data empirisnya lemah.
2. Tidak ada grand theory dalam psikologi lingkungan, karena tidak ada perspektif tunggal yang dapat menerangkan hubungan perilaku manusia dengan lingkungannya secara detail.
Penyebab hal tersebut setidaknya ada 4 :
a. Data yang ada tidak cukup
b. Hubungan-hubungan yang dikaji terlalu beragam
c. Metode yang digunakan tidak konsisten
d. Pengukuran variabel tidak selalu kompatibel

B. Beberapa Teori

1. Arousal Theory (dalam konteks Psikologi lingkungan)
Hukum Yerkes dan Dodson :
Tingkat arousal rendah → kinerja rendah
Tingkat arousal tinggi → kinerja tinggi

2. Stimulus Load Theory
Titik sentral : Dugaan bahwa manusia memiliki kapasitas tanpa batas dalam memproses informasi.
Saat input > kapasitas → kecenderungan mengabaikan beberapa masukan dan mencurahkan perhatian kepada hal lain → Stimulus yang penting akan lebih diperhatikan daripada yang kurang penting. Strategi yang dipilih dalam menentukan urutan prioritas stimulus mempengaruhi reaksi seseorang; apakah positif atau negatif

3. Behavioral Constrain Theory
Fokus pada kenyataan atau perasaan, atau kesan yang terbatas dari individu oleh lingkungan. Lingkungan dapat mencegah, mencampuri, atau membatasi perilaku penghuni.

Brehm & Brehm → Saat sedang kehilangan kontrol terhadap lingkungan, ada rasa tidak nyaman yang berlanjut ke usaha menekankan lagi fungsi kendali → Reaktansi Psikologis

4. Teori Tingkat Adaptasi
Pada tingkat tertentu, stimulus dirumuskan untuk mengoptimalkan perilaku.

2 proses terkait hubungan manusia dengan lingkungan :
a. Adaptasi : mengubah tingkah laku agar sesuai dengan lingkungan
b. Adjustment : mengubah lingkungan agar sesuai dengan lingkungan penghuninya
salah satu cara di atas dilakukan agar tercapai keseimbangan dengan lingkungan (Homeostatis)
Nilai lain : pengenalan tingkat adaptasi pada individu.

Sarwono → 3 kategori stimulus yang menjadi acuan dalam hubungan lingkungan dgn tingkah laku : Stimulus fisik, sosial, dan gerakan. Masing-masing kategori terbagi 3 lagi : Intensitas, Diversitas, dan Pola.

5. Teori Stres Lingkungan
Fokus pada mediasi peran-peran fisiologi, emosi, dan kognisi dalam interaksi antara manusia dengan lingkungan.
Di lain pihak, terdapat ahli yang lebih memperhatikan masalah respon stres.
Lazarus → Proses Appraisal → dalam menilai lingkungan, seharusnya dilakukan secara kognitif sebagai suatu ancaman sebelum stres dan mempengaruhi perilaku

6. Teori Ekologi
dasar pemikiran : Gagasan tentang kecocokan manusia dengan lingkungannya. Lingkungan dirancang atau berkembang sehingga perilaku tertentu dapat terjadi

Roger Barker : Lingkungan dan tingkah laku saing menentukan dan tidak dapat dipisah-pisahkan.

Metode Penelitian

1. Eksperiman Laboratorium → Eksperimenter dapat memanipulasi variabel yang diasumsikan menjadi penyebab dengan cara mengontrol kondisi-kondisi tertentu dengan tujuan untuk mengurangi variabel yang tidak perlu

2. Studi Korelasi → Mecari hubungan dari peristiwa-peristiwa yang terjadi yang tidak dibebani oleh pengaruh pengumpulan data

3. Eksperimen Lapangan → Dapat dilakukan jika peneliti ingin menyeimbangkan validitas internal yang dicapai melalui eksperimen laboratorium dengan validitas eksternal dari studi korelasi

4. Teknik Pengukuran
Kriteria :
– Berlaku umum dan dapat diulang-ulang
– Dapat dikembangkan menjadi skala pengukuran
– Memiliki standar validitas dan reliabilitas

Macam-macam teknik pengukuran :
a. Self report
b. Kuesioner
c. Wawancara
d. Skala Penilaian
SUMBER : WARTA WARGA GUNADARMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: