FORMING: MENJADI SEBUAH KELOMPOK

Soliditas adalah modal dasar yang sangat penting dalam sebuah tim. Ibarat sebuah bangunan dalam sebuah gedung, soliditas layaknya fondasi yang menentukan sebarapa kuat sebuah gedung bisa ditinggikan dan seberapa besar beban yang bisa ditanggung oleh gedung tersebut. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dibangun untuk membentuk sebuah tim yang hebat adalah kekompakan atau soliditas dalam sebuah tim.

Betapa tidak sebuah tim sejatinya adalah sebuah organisasi. dan sebagaimana sebuah organisasi, maka ia terdiri dari berbagai individu yang bergabung, bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama. Dari sinilah mengapa soliditas atau kekompakan menjadi kunci keberhasilan sebuah tim kerja. Karena individu yang bergabung kemudian bekerjasama tentu perlu menyamakan persepsi dan perasaan agar proses kerjasama bisa berjalan dengan lancar dan tujuan bisa tercapai dengan cara yang terbaik. Nah proses inilah yang kemudian biasa disebut dengan istilah membangun tim (team building). Proses ini adalah tahapan paling kruisal, karena kekompakan adalah sesuatu yang sangat sering kita dengar tapi sangat jarang kita temukan/rasakan.

Sebuah kelompok yang solid tentunya tidak terbentuk begitu saja. Sebuah tim, sekuat dan sebagus apapun potensi masing-masing individu yang menjadi anggotanya tentu memerlukan waktu yang cukup agar mereka bisa bekerjasama dengan baik. Oleh karena itu sebuah tim juga memiliki fase-fase yang harus dilewati untuk menjadi tim yang hebat. Fase-fase itu adalah FORMING, STORMING, NORMING, PERFORMING dan ADJOURNING. Fase-fase ini tentu adalah pola umum yang biasa terjadi pada sebuah tim.

Forming (pembentukan), sebuah kelompok terbentuk karena memiliki tujuan yang sama. Tujuan adalah satu prasayarat utama kenapa sebuah kelompok terbentuk. Dalam arti lain tujuan ini mungkin bisa diwakili oleh kepentingan. Sekelompok orang yang memiliki kepentingan yang sama pasti secara alami akan memiliki rasa solidaritas dan persamaan sehingga bisa selanjutnya terbentuk menjadi sebuah kelompok.

Namun sekedar tujuan/kepentingan tidak menjamin sebuah kelompok akan berjalan dengan baik. Karena fase kedua pasti akan dilalui, yaitu storming. Storming (badai/uijian) adalah fase kedua yang harus dilalui. Setiap kelompok pasti akan diuji akan persamaan kepentingannya. Konflik mulai terjadi dan ada perselisihan. Hal ini terjadi karena masing-masing individu memliki latar belakang, persepsi, cara kerja dan kebiasaan yang berbeda-beda. Perbedaan ini akan memicu konflik, sehingga seacara alamiah akan terasa kebutuhan terhadap standar, aturan dan kesepahaman dalam melakukan sesuatu. Fase inilah yang disebut dengan Norming (pembentukan norma-norma/aturan). Dan untuk mencapai fase ini komunikasi dan saling memahami antar anggota tim sangatlah penting. Jika ketiga fase tersebut bisa dilalui dan berjalan dengan lancar, maka sebuah tim bisa menjadi tim yang hebat!

Namun tidak cukup dengan kekompakan saja, untuk menjadi tim yang hebat, sebuah kelompok memerlukan beberapa hal lain agar mereka bisa menjadi tim yang hebat. Diantaranya adalah hal-hal berikut ini :
• Clear Goals (tujuan yang jelas)
• Contribution (Kontribusi yang jelas dari masing-masing anggotanya)
• Connection (Koneksi/jaringan yang luas)
• Change Management (Manajemen Perubahan)
• Commitment (Komitmen)
• Conflict Management (Manajemen Konflik)
• Communication (komunikasi yang efektif)
• Cooperation (kerjasama)

Apabila kedepalapan item ini ada dalam sebuah tim, maka tim tersebut akan menjadi tim yang hebat.
SUMBER : MULTIPLY.COM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: