Keberhasilan Tuna Daksa Raih Gelar Dokter Umum

Penderita cacat fisik tidak selamanya hidup terpuruk. Keberhasilan untuk mencapai profesi dokter dapat diacungi jempol. Salah satunya Ninik Kartaatmadja, dokter umum di RSU Budi Asih. Ninik merupakan penderita tuna daksa, yakni tidak bisa berjalan dengan sempurna karena kakinya kecil sebelah. Semenjak kecil, Ninik yang bersekolah di sekolah umum selalu menjadi bahan cemoohan teman-temannya sejak di bangku SD hingga SMA. Namun Ninik hanya berucap alhamdulillah saat diejek temannya. Itulah ajaran orangtuanya. “Saya menjadi lebih kuat saat mengucap alhamdulillah. Dan saya tidak membalas ejekan teman-teman meskipun itu sangat menyakitkan karena itu yang selalu diajarkan ayah,” ujar wanita yang berusia 59 tahun ini di sela-sela semiloka “Satu hari mempersiapkan masa depan penyandang cacat anak” di Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (12/5/2007). Perekonomian orangtua Ninik juga kurang beruntung. Seringkali Ninik berjalan kaki sejauh 2 km menuju sekolah. Padahal Ninik memiliki kaki yang tidak sempurna. Usai tamat SMA, Ninik melanjutkan pendidikan kedokteran di Universitas Yarsi. Ninik sempat mengikuti seleksi di Fakultas Kedokteran UI, namun keberuntungan tidak mampir dalam hidupnya. Usaha untuk mendapatkan kuliah kedokteran dicapai Ninik dengan susah payah. Hingga semester IV, Ninik sempat berhenti kuliah karena masalah keuangan. Kuliah dapat berlanjut saat Ninik bertemu teman adik iparnya dari yayasan Van de Venter Stichtingmaas, milik Belanda. Dari yayasan itulah beasiswa dia dapatkan untuk melanjutkan kuliah kedokteran. Akhirnya Ninik dapat melajutkan kuliah hingga lulus. Ninik mengaku dirinya menjadi dokter umum karena keinginan bapaknya. Ninik akan menunggu masa pensiun sebagai dokter umum pada tahun ini. Kegiatannya akan diisi untuk mengawasi ketiga anaknya yang berjumlah tiga orang. Ketiganya kuliah di Universitas Indonesia (UI). Di antara ketiga anaknya ada yang kuliah di Fakultas Kedokteran UI. Fakultas yang dulu gagal digapai Ninik. Ninik berpesan, kekuarangan fisik tidak membuat para penyandang cacat frustasi dengan tidak menghasilkan prestasi. “Jadikanlah kekurangan itu, sebagai alat untuk kita kita maju,” pesan Ninik yang mengenakan jilbab panjang berwarna krem itu.
SUMBER : DETIKNEWS.COM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: