Gangguan Jiwa atau Sakit Jiwa?

JIka ada orang mengamuk di jalanan, menanggalkan pakaiannya, lalu berlari ke sana kemari, apa yang terjadi padanya? Apakah dia mengalami gangguan jiwa? Atau sakit jiwa? Gangguan jiwa tak sama dengan sakit jiwa. Gangguan jiwa adalah gangguan pikiran, perasaan atau tingkah laku sehingga menimbulkan penderitaan dan terganggunya fungsi sehari-hari. Sedangkan sakit jiwa merupakan gangguan jiwa berat yang memerlukan pengobatan dan perawatn khusus. “Masyarakat menyebutnya sakit jiwa bagi mereka yang mengalami gangguan jiwa berat. Atau yang sering disebut gila,” kata Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Depkes Yulizar Darwis dalam acara Press Briefing di RSJ Soeharto Herdjan, Jl Prof Dr Latumenten, Jakarta Barat, Selasa (2/9/2007). Gangguan jiwa, walaupun tak langsung menyebabkan kematian, tapi menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi individu serta beban berat bagi keluarga. Gangguan jiwa terbagi beberapa golongan yakni berat (psikosis), ringan, kepribadian, penyalahgunaan zat, dan retardasi mental. “Berdasarkan survei kesehatan mental rumah tangga (SKMRT) tahun 1995, setiap 1.000 anggota rumah tangga terdapat 185 orang mengalami gangguan jiwa,” ujarnya. Menurut Yulizar, kesehatan jiwa tidak hanya terkait dengan gangguan jiwa. Ada beberapa aspek yang mempengaruhi kesehatan jiwa. Misalnya saja kualitas SDM dalam menguasai emosional. Lalu aspek sosial yakni kejadian di lingkungan yang berdampak pada gangguan jiwa seperti tindakan kekerasan dan, merasa tidak nyaman. Selain itu juga aspek gangguan jiwa.
SUMBER :DETIKNEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: