Autisme dan TV

Menonton TV dipercaya dapat menyebabkan autisme, tetapi sepertinya ada penjelasan lain yang lebih baik.Siapa yang tidak menyukai penjelasan sederhana terhadap masalah yang rumit? Apalagi kalau penjelasan sederhana itu ditujukan bagi masalah serumit autisme. Autisme adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya kelainan pada otak, yang jumlah penderitanya meningkat secara tajam dan misterius selama 30 tahun terakhir.

Bruno Bettelheim, yang berprofesi sebagai seorang psikolog mengatakan penyebab autisme pada anak adalah karena si ibu tidak memberi perhatian kepada anaknya. Lalu ada juga yang mengatakan penyebab autisme adalah faktor genetik dalam diri seseorang yang rentan terhadap pengaruh faktor x dari lingkungan. Dan ada juga yang mengatakan autisme dapat disebabkan oleh peptisida, pemberian vaksin kepada anak-anak, dan thimerosal, yaitu bahan campuran merkuri yang digunakan untuk mengawetkan vaksin.

Tetapi penjelasan terbaru mengenai penyebab autisme adalah: Televisi! Hah, bagaimana bisa? Adalah Gregg Easterbrook yang menggemparkan dunia blog di internet dengan artikelnya yang berjudul: TV Benar-Benar Dapat Menyebabkan Autisme. Tulisan itu dibuatnya berdasarkan hasil penelitian yang belum dipublikasikan dari Universitas Cornell. Tetapi yang mengherankan adalah penelitian tersebut bukan berasal dari sesesorang yang berkuliah di fakultas kedokteran, melainkan seseorang dari fakultas manajemen yang bernama Michael Waldman.

Tidak adanya bukti medis yang mendukung pernyataannya itu tidak mengganggu Michael. Dia juga tidak terganggu dengan kenyataan bahwa dia tidak memiliki data yang dapat diandalkan mengenai perilaku anak-anak berusia 1 hingga 3 tahun, yaitu rentang usia dimana simpton autisme sering ditemui pada anak-anak.

Jadi apa data yang digunakan oleh Michael untuk membuktikan pernyataannya itu? Michael bersama ke dua orang temannya yang berprofesi sebagai seorang ekonom melakukan sesuatu yang tidak akan dilakukan para ilmuwan pada umumnya, yaitu pengukuran tidak langsung yang ekstrim. Mereka mencari data yang berisi informasi mengenai orang-orang yang mendaftar sebagai pengguna TV Kabel (alasannya adalah semakin banyak rumah-rumah yang memiliki TV Kabel maka semakin banyak anak yang menonton) dan mereka juga mencari tahu mengenai pola hujan (alasannya, karena ada penelitian yang membuktikan bahwa ada korelasi antara menonton TV saat cuaca hujan). Data-data itu mereka kumpulkan dari tiga negara bagian yaitu California, Pennsylvania, dan Washington.

Hasilnya adalah sebagai berikut: “Kira-kira 17% dari pertumbuhan autisme di California dan Pennsylvania selama tahun 1970 dan 1980 terjadi bersamaan dengan pertumbuhan pengguna TV Kabel,” dan “hanya di bawah 40 persen dari penderita autis di ketiga daerah itu berasal dari akibat menonton TV selama hujan turun.

Kritik muncul dengan cepat menanggapi hasil penelitian itu dan mempertanyakan bagaimana para peneliti dapat membuat kesimpulan sebab akibat tanpa disertai pengukuran mengenai perilaku menonton yang sesungguhnya. Lagipula hasil penelitian itu bisa juga diinterpretasikan secara beda yaitu kurangnya aktivtias di luar rumahlah yang menjadi penyebab autisme. Sepertinya hasil penelitian itu masih membutuhkan banyak hal yang harus diteliti untuk membuktikan kebenarannya. “Lagipula,” ujar Craig Newschaffer, seorang epidemiologis dari Universitas Drexel, “Mereka mengacuhkan bukti-bukti fisik yang masuk akal yang menunjukkan bahwa autisme disebabkan oleh proses patologis yang sudah dimulai dari dalam kandungan.”

Sekelompok ahli mengatakan bahwa adanya variasi gen berhubungan dengan meningkatnya kemungkinan seseorang terkena autisme. Masalah gen sangat menarik untuk diperhatikan karena gen mengolah protein yang aktif di otak (bagian yang paling dipengaruhi oleh autisme) dan juga sistem kekebalan dan saluran pencernaan, keduanya dapat berfungsi buruk pada orang yang terkena autisme.

Seperti halnya kanker, mungkin ada banyak hal yang bisa menjelaskan autisme, melibatkan kombinasi gen dan pengaruh yang membahayakan. Tetapi apakah benar autisme dapat disebabkan karena menonton TV? Sepertinya autisme dimulai jauh sebelum seseorang duduk berlama-lama di depan TV.
SUMBER :BERITA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: