Detoksikasi Anak Autis dan KK dengan Metode Balur Tanpa Diet

Metode “balur” adalah pengembangan dari metode kerikan, pilisan, atau baluran cuka aren campur bawang, dengan cara detoksikasi Gas°, melalui kulit (hal ini dijelaskan dengan teori dasar bio-kimia-fisika hasil penelitian Dr. Gretha Zahar).

Hampir 80% dari anak-anak autis yang datang untuk melakukan detoksikasi melalui balur ternyata sebelumnya sudah pernah mengikuti program diet. Menurut penela’ahan ternyata anak-anak autis lebih dekat dengan suster-susternya daripada dengan ibu-bapak/orang tuanya sendiri. Mengapa demikian ?

Sebuah contoh : Suatu keluarga mempunyai 2 anak perempuan, yang pertama berumur 6 tahun (autis dan belum bisa bicara). Selama ini anak autis tsb telah menjalani diet ketat (gluten dan casein) selama 3 tahun. Dua perawat selalu mendampingi dan merawat anak tsb, sang adik yang 2 tahun lebih muda akan melapor/meneriakkan ke ayah ibunya bila kakak autisnya ingin mengambil makanan “terlarang” dari lemari es atau meja.

Dengan demikian sekeluarga memperlakukan pengawasan ketat terhadap dia supaya jangan mengambil makanan yang dirindukannya, namun sang anak autis tsb tidak memahami mengapa adiknya diperbolehkan sedangkan dia dilarang. Hal demikian terekam dalam memorinya, akhirnya perlakuan demikian terus menerus membuat autis menjauh dari ayah-ibu dan adiknya. Perlakuan orangtua yang membedakan tsb menimbulkan endapan-endapan emosi ketakutan, kecewa, jengkel, dsb.

Kemudian, pada saat hari pertama setelah selesai mengikuti program baluran sang ayah menyuapi dia dengan roti coklat, anak tsb berbinar-binar karena mendapatkan makanan yang sangat dirindukannya. Selesai makan roti tsb tiba-tiba sang ayah dipeluknya, padahal telah bertahun-tahun anak tsb menolaknya sekalipun hanya ingin memegangnya. Saat itu sang ayah sadar bahwa selama ini anaknya mendendam, merasa bukan menjadi bagian dari keluarganya karena mereka semua telah memperlakukannya secara tidak adil.

Anak autis memang berbeda dari anak normal, tetapi perlakuan dan sikap keluarga anak autis memang berbeda dari anak normal, tetapi perlakuan yang telah membedakannya dari anggota keluarga yang lain akan membuat autis tsb lebih merasa dan diingatkan selalu akan ketidaknormalannya oleh sikap keluarganya itu.

Contoh di atas memperlihatkan bahwa perlakuan diet pada anak autis ternyata telah menimbulkan efek psikologis yaitu merenggangkan hubungan anak dengan orangtua, disamping akan menghambat pertumbuhan badan dan kesehatan anak secara normal. Hubungan akan tetap jauh seandainya yang memberikan roti adalah suster, bukan ibu atau ayahnya sendiri. Kasus dalam keluarga tsb hanyalah merupakan salah satu cerita prilaku anak autis dari sekian banyak kasus.

Hal kejiwaan demikian baru akan terungkap dan terjawab tentunya setelah si anak dibalur dan tidak perlu diet. Selama ini, anak autis yang menjalani diet menganggap bapak dan ibunya adalah polisi yang senantiasa mengawasi dia. Tentu akan muncul berbagai kasus akibat dilakukannya terapi diet yang kemudian diikuti metode balur. Pada akhirnya metode balur akan mengungkap tabir perilaku yang belum dipahami betul oleh para ahli psikologi. * Metode balur akhirnya membuktikan dan membenarkan bahwa perilaku merupakan mekanisme kimia. Metode balur akan menjadi alat yang bisa mengungkap misteri kejiwaan dan misteri visual lainnya.

Sejak awal abad 20, banyak pabrik-pabrik berdiri dan jumlah kendaraan membludak, sehingga menyebabkan lapisan udara sangat terpolusi partikel logam berat seperti Cadmium (Cd), Arsen (As), Plumbum (Pb), Chrom (Cr) dll. Partikel-partikel tersebut bercampur dengan Merkuri (Hg) dalam bentuk Gas° atau uap yang dibuang secara besar-besaran oleh industri/pabrik serta kendaraan

Polusi udara tersebut telah mengakibatkan melebarnya lubang pada lapisan ozon sehingga cahaya UV (<290nm ) menembus bumi kita. Sinar berbahaya ini mudah diserap amalgam yang biasa digunakan sebagai penambal gigi. Amalgam tersebut akan melepas partikel atau uap Hg, dan apabila tertelan maka akan terserap dan terdeposit di dalam janin, ginjal dll.

Hipotesis tentang merkuri sebagai penyebab autis, telah diteliti antara lain oleh Dr Jill James (2005) dari EWG, USA.

Selanjutnya, hipotesis tentang sensitizer Merkuri (Hg) sebagai penyebab autis telah dikembangkan dan diaplikasikan serta telah terbukti kebenarannya oleh Dr. G. Zahar.

Tenaga anak-anak autis dapat mencapai 3 – 4 kali orang dewasa. Mereka membuang kelebihan energi dengan tingkah yang hiperaktif (meloncat, berteriak membentur kepala, dan sebagainya).

Sensitizer adalah senyawa yang mampu menyerap cahaya/energi serta mampu menyimpannya dengan sangat
baik, kemudian dapat secara tiba-tiba melepaskan atau memindahkan energi ke molekul yang ada disekitarnya dan memproduksi radikal-radikal.

Sampai saat ini mekanisme kerja merkuri (Hg) sebagai sensitizer penyebab autis serta keterkaitannya belum pernah dipublikasikan secara lengkap. Padahal justru karakter sensitizer ini berperan sangat dominan terhadap anak autis. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa : banyaknya partikel/uap Hg pada janin akan menyebabkan bayi lahir dengan kandungan logam merkuri (Hg) yang berlebihan, sehingga mengakibatkan lahirlah anak-anak dengan autis dan kebutuhan khusus

Merkuri (Hg) dalam amalgam, didalam tubuh akan bekersebagai ‘baterai’, maka dengan sedikit cahaya lampu akan dapat men’charge’ baterai secara terus menerus selama 24 jam. Maka tak heran bila orang tua anak autis kewalahan melihat anaknya tidak pernah lelah bergerak. .

Penelitian menunjukkan, anak-anak autis mempunyai kandungan merkuri (Hg) dalam darah sangat tinggi, 3 – 10 kali diatas angka kadar normal. Tiap anak juga mempunyai kandungan amalgam dengan komposisi yang bervariasi antara Hg dengan logam pengikatnya.

Selama ini, metode dari luar negeri untuk mengurangi hiperaktif anak-anak autis dilakukan dengan metode “diet” ketat (gluten, gula, susu, dsb). Sebaliknya, dengan metode balur justru melarang “diet” akan tetapi meluluhkan hiperaktif dengan pemberian konsumsi asam amino(1) yang tepat dan selektif.

Melalui metode balur, juga terjadi proses khelasi yaitu pemutusan radikal bebas dan logam beramalgam yang terikat dengan Asam Amino Aromatis dan struktur DNA. Analisis(2) produk pelepasan dan pengeluaran macam-macam logam berat melalui uap atau cairan yang dikeluarkan baluran terbukti mempunyai kandungan aneka logam yang sangat tinggi.

Setiap perlakuan baluran akan mengeluarkan merkuri/amalgam sehingga akan menurunkan kandungan atau jumlah kadar merkuri dalam tubuh. Pengurangan kadar merkuri (Hg) dalam tubuh tersebut niscaya akan meminimalisasi dan menghilangkan ciri-ciri autis. Pada diri anak-anak autis yang setelah menjalani baluran akan terlihat perubahan perilaku ke arah normal. Kemudian selanjutnya anak-anak autis tersebut akan dapat mengejar segala ketinggalan mereka dalam berbagai aspek

Gas° : adalah radikal bebas dan gas merkuri(Hg)
Detoksikasi : Proses pengeluaran racun.
Amalgam : Campuran merkuri(Hg) dengan sesuatu logam seperti : Au, Ag,
Pb, Cd, dll

Dengan demikian maka diharapkan bahwa :

* Metode balur mampu membuka mata para orang tua untuk memahami dan merasakan perilaku abnormal anak-anak autis sebagai ekspresi rasa sakit mereka.
* Mulailah memahami mereka (anak-anak autis) dengan cara mengubah persepsi, bahwa mereka bukanlah beban hidup!

Perlu diketahui dan dipahami bahwa : Anak Autis dan KK sebenarnya memiliki ingatan yang kuat sehingga perlakuan dari orang tua dan lingkungannya yang berbeda (mendeskreditkan/menyakitkan) terhadap mereka niscaya akan menimbulkan endapan emosi berkepanjangan. Endapan emosi tersebut makin lama akan semakin menumpuk (terakumulasi). Akan tetapi endapan emosi yang sekian lama tertahan dan terbendung tersebut sewaktu-waktu dapat meledak. Hal ini akan lebih tampak bila mereka menjadi remaja dan beranjak dewasa.

Sebenarnya, anak-anak autis dan KK tahu bahwa dirinya tidak normal, dan betapa sedih mereka hidup di lingkungan yang normal (ibarat itik hidup didalam keluarga ayam); Semua ekspresi setiap anak autis dan KK akan dapat dilihat pada saat dilakukannya proses baluran; Asumsi tersebut diperoleh dari hasil pemantauan terhadap setiap proses baluran, sebab proses baluran yang mendetoksi Hg penyebab multi-sklerosis akan mampu mengubah prilaku anak autis dan KK, yang ditentukan oleh besarnya kandungan merkuri (Hg) serta kombinasi merkuri dengan logam-logam lainnya;

Apabila program baluran terhadap anak-anak autis tersebut dilaksanakan secara benar sesuai petunjuk yang dianjurkan maka dapat dipastikan akan dapat menggiring anak autis dan KK untuk menuju sekolah normal (non SLB);
Disarankan pula bagi para calon ibu dan bapak (pasangan keluarga baru), agar tidak memiliki gigi amalgam.

(1) Asam amino dijual bebas sebagai “vitamin drugs” di negara maju
(2) AAN = Analisis Aktivasi Neutron Serpong
KK = kebutuhan khusus
SUMBER : BALUR.COM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: