Cara Cepat Mengenali ADHD

Etiologi (Penyebab)
1. Faktor lingkungan/psikososial, seperti:
a. Konflik keluarga.
b. Sosial ekonomi keluarga yang tidak memadai.
c. Jumlah keluarga yang terlalu besar.
d. Orang tua terkena kasus kriminal.
e. Orang tua dengan gangguan jiwa (psikopat).
f. Anak yang diasuh di penitipan anak.
g. Riwayat kehamilan dengan eklampsia, perdarahan antepartum, fetal distress, bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, ibu merokok saat hamil, dan alkohol.

2. Faktor genetik
Terdapat mutasi gen pengkode neurotransmiter dan reseptor dopamin (D2 dan D4) pada kromosom 11p.

3. Gangguan otak dan metabolisme
a. Trauma lahir atau hipoksia yang berdampak injury pada lobus
frontalis di otak.
b. Pengurangan volume serebrum.
c. Gangguan fungsi astrosit dalam pembentukan dan penyediaan
laktat serta gangguan fungsi oligodendrosit.

Manifestasi Klinis
1. Gangguan pemusatan perhatian (inattention)
a. Jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas.
b. Mainan, dll sering tertinggal.
c. Sering membuat kesalahan.
d. Mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara).

2. Hiperaktivitas
a. Banyak bicara.
b. Tidak dapat tenang/diam, selalu bergerak.
c. Sering membuat gaduh suasana.
d. Selalu memegang apa yang dilihat.

3. Impulsivity
a. Sering mengambil mainan teman dengan paksa.
b. Tidak sabaran.
c. Reaktif.
d. Sering bertindak tanpa dipikir dahulu.

Riwayat yang Diduga ADHD:
1. Masa infant
– Anak serba sulit
– Menjengkelkan
– Serakah
– Sulit tenang
– Sulit tidur
– Tidak ada nafsu makan

2. Masa prasekolah
– Terlalu aktif
– Keras kepala
– Tidak pernah merasa puas
– Suka menjengkelkan
– Tidak bisa diam
– Sulit beradaptasi dengan lingkungan

3. Usia sekolah
– Sulit berkonsentrasi
– Sulit memfokuskan perhatian
– Impulsif

4. Adolescent
– Tidak dapat tenang
– Sulit untuk berkonsentrasi dan mengingat
– Tidak konsisten dalam sikap dan penampilan

Penatalaksanaan
1. Farmakoterapi
a. Methylphenidate
b. Amphetamine
c. Atomoxetine
d. Pemoline
e. Nortriptyline

2. Terapi behaviour
Terapi cognitive behaviour untruk membantu anak dengan ADHD untuk beradaptasi skill dan memperbaiki kemampuan untuk memecahkan masalah.

3. Kombinasi 1 dan 2

4. Rutin komunitas care

Prognosis
Kurang baik.

Tahukah Anda?
1. Istilah ADHD pertama kali diperkenalkan oleh dr Heinrich Hoffman pada tahun 1845.
2. ADHD terjadi pada 3-5% dari populasi anak.
3. Rasio ADHD pada anak pria : anak wanita = 3:1.
4. Pengobatan ADHD tahap pertama dilakukan selama 14 bulan, lalu tingkah laku dievaluasi oleh orang tua, guru, dan lingkungan.
5. Gejala aggressive-impulsive pada ADHD terjadi akibat penurunan kadar serotonin 5-HIAA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: