ADHD dan Gangguan penggunaan zat

ADHD sering dikaitkan dengan gangguan penggunaan zat (substance use disorders-SUDs), baik dalam bentuk penyalahgunaan maupun ketergantungan.

Hal ini dikaitkan dengan beberapa hal antara lain :
1. Dari sebuah studi diketahui bahwa terdapat hubungan yang kuat antara ADHD dan SUDs, diperkirakan keduanya mempunyai kesamaan genetik atau faktor resiko familial lainnya.

2. Gejala ADHD itu sendiri secara langsung dapat meningkatkan resiko SUDs. Dengan adanya impulsivitas dan judgement yang kurang baik, anak dengan ADHD seringkali mencoba obat-obatan terlarang tanpa berpikir panjang, atau pada ADHD kronis dengan kegagalan di sekolah dan lingkungan sosial dapat terjadi demoralisasi, yang kemudian mengarah ke penyalahgunaan zat

3. Faktor komorbiditas berupa gangguan perilaku komorbid, seperti oppositional defiant disorder dan conduct disorder, dan gangguan bipolar komorbid juga berperan meningkatkan resiko SUDs.

4. Obat-obat stimulan yang merupakan lini pertama pengobatan ADHD seperti methylphenidate dan amphetamine mempunyai potensi untuk disalahgunakan. Keduanya kemudian menghasilkan peningkatan dopamin ekstraseluler yang berkaitan dengan efek terjaga. Selain itu, obat-obat ini juga meningkatkan aktivitas sentral dari mesolimbic dopamine “reward” pathway di nucleus accumbens, yang merupakan komponen penting dari psikostimulan dengan potensi penyalahgunaan

Oleh karena itu, diperlukan diagnosis dini sehingga dapat dilakukan intervensi segera untuk mengurangi dampak negatif dari gejala gangguan ini maupun akibat komorbiditas yang biasa menyertainya.

Selain itu, diperlukan diagnosis yang tepat untuk menghindari over diagnosis, yang menyebabkan pemberian obat-obat stimulan yang sebenarnya tidak perlu.

Dalam pemilihan obat farmakoterapi perlu dipertimbangkan usia pasien, adanya faktor resiko terjadinya SUDs, dan adanya riwayat SUDs di masa lalu atau saat ini.

Pada pasien ADHD dengan SUDs, terapi non-stimulan menjadi pilihan utama. Sedangkan pada kasus ADHD dengan resiko terjadinya SUDs, jika hendak memberikan obat stimulan, obat stimulan long-acting menjadi pilihan.
SUMBER TANYADOKTERANDA.COM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: