Tantangan: 40 Ribu Profesional DiButuhkan Perbankan Syari’ah Indonesia

JAKARTA–Kebutuhan SDM dalam waktu lima tahun ke depan dapat mencapai 40 ribu orang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pun hendaknya tak hanya berasal dari perguruan tinggi, namun juga dari level sekolah menengah.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Muliaman D Hadad, mengatakan dengan berkembangnya industri keuangan syariah maka kebutuhan SDM pun akan terus tumbuh. Saat ini, tambahnya, industri perbankan syariah terbatas menyerap SDM karena jumlahnya tidak sampai 15 ribu orang. Namun dengan potensi pasar Indonesia yang cukup besar dengan mayoritas muslim serta munculnya sejumlah lembaga keuangan syariah baru membuat industri ini memiliki kemampuan untuk menyerap tenaga kerja lebih banyak di masa mendatang.

“Kalau industri tumbuh cepat daya serap tenaga kerja juga cepat. Berdasar perhitungan dalam 5 tahun ke depan ada kebutuhan 40 ribu karena pertumbuhan SDM per tahunnya 23 persen,” kata Muliaman dalam Seminar Awal Tahun Ekonomi Syariah MES bertema Penyiapan SDM yang handal sebagai Pondasi Berkembangnya Ekonomi Syariah, Rabu (20/1). Untuk memenuhi kebutuhan SDM itulah, lanjut dia, diperlukan pula pengembangan SDM di level tenaga kerja lulusan sekolah menengah di level SMK atau SLTA karenanya diperlukan kurikulum ekonomi syariah di tingkat pendidikan itu.

Muliaman menuturkan industri keuangan syariah Indonesia saat ini masih bersifat elementer. Pasalnya, jelas dia, kekayaan khasanah keuangan syariah belum tergali dan dioptimalkan karena bisnisnya 70 persen masih simpel berdasar jual beli, padahal produk dan khasanah Islam yang ada luar biasa. “Saya memiliki dugaan hal ini belum berkembang juga karena demand masih kecil,” ujar Muliaman.

Sementara di ranah pembiayaan syariah, tuturnya, juga tidak harus terkait dengan UKM karena perbankan syariah pun mampu melakukan pembiayaan besar seperti pembiayaan kapal, helikopter dan dermaga. Karena itulah ia menekankan perlunya tenaga SDM yang paham soal pengembangan instrumen syariah. “Keuangan syariah tidak hanya bisnis tapi ada moral dan perjanjian akad, hal itulah yang memperkaya substansi,” kata Muliaman.

Ia pun mendorong pelaku keuangan syariah membuat lembaga pelatihan bersama, sehingga untuk memenuhi kebutuhan SDM tidak mengambil SDM yang sudah ‘jadi’. Saat ini ada empat bank syariah yang tengah menunggu keluarnya izin dari BI, yaitu BNI Syariah, BCA Syariah, Bank Victoria Syariah dan Bank Jabar Banten Syariah. Hingga saat ini belum ada pengajuan bank syariah asing yang masuk SUMBER : ILMU PSIKOLOGI INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: